Inilah Analisa Lengkap Keuntungan Bisnis Digital Printing Beserta Cara Menghitung ROI

analisa keuntungan bisnis digital printing dan cara hitung roi

Pendahuluan

Bisnis digital printing terus berkembang pesat, terutama di Indonesia. Mulai dari kebutuhan banner, stiker, decal motor, kaos custom, hingga merchandise, semua bisa dicetak menggunakan teknologi digital printing. Tidak heran jika banyak UMKM, pebisnis pemula, hingga perusahaan besar mulai melirik industri ini.

Namun, ada pertanyaan penting yang sering muncul: “Sebenarnya seberapa besar keuntungan bisnis digital printing?” dan “Bagaimana cara menghitung ROI agar investasi yang dikeluarkan bisa kembali dengan cepat?”

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Analisa keuntungan bisnis digital printing.
  • Jenis produk yang paling banyak dicari pasar.
  • Biaya modal yang harus disiapkan.
  • Cara menghitung ROI (Return on Investment).
  • Tips meningkatkan profitabilitas agar bisnis semakin berkembang.

Potensi Pasar Digital Printing di Indonesia

Menurut beberapa laporan industri, tren customization (produk yang bisa dipersonalisasi) semakin digemari masyarakat. Mulai dari cetak stiker untuk bisnis kecil, kaos dengan desain unik, hingga banner promosi untuk UMKM.

Pasar ini besar karena:

  • UMKM berkembang pesat → butuh banner, stiker label, kemasan custom.
  • Event dan pameran → selalu membutuhkan cetakan backdrop, poster, dan x-banner.
  • Industri fashion → cetak kaos DTF, polyflex, dan sablon digital semakin populer.
  • Kebutuhan personal → hadiah custom, merchandise, dan dekorasi rumah.

Artinya, peluang bisnis digital printing tidak akan pernah sepi selama ada permintaan promosi dan personalisasi produk.

Analisa Keuntungan Bisnis Digital Printing

Keuntungan dalam digital printing bergantung pada 3 faktor utama:

  1. Modal Awal (Investasi Mesin & Peralatan)
    • Mesin digital printing (misalnya mesin eco solvent, UV printer, atau mesin cutting sticker).
    • Peralatan finishing (mesin laminasi, mesin press, dll).
    • Modal operasional (bahan baku, listrik, sewa tempat, SDM).
  2. Harga Jual Produk
    • Harga banner per meter bisa mulai dari Rp25.000 – Rp60.000 tergantung bahan.
    • Stiker label per lembar bisa dijual Rp200 – Rp1.000 tergantung ukuran.
    • Kaos sablon DTF bisa dijual Rp80.000 – Rp150.000 per pcs.
  3. Volume Penjualan
    • Semakin banyak pesanan masuk, semakin cepat modal kembali.
    • B2B (kerjasama dengan instansi, sekolah, perusahaan) biasanya lebih menguntungkan dibanding hanya retail.

Cara Menghitung ROI dalam Bisnis Digital Printing

ROI (Return on Investment) adalah indikator untuk mengukur seberapa cepat modal yang dikeluarkan bisa kembali. Rumus ROI:

ROI=LabaBersihTotalInvestasi×100%ROI = \frac{Laba Bersih}{Total Investasi} \times 100\%

ROI=TotalInvestasiLabaBersih×100%

Contoh Perhitungan ROI

Misalnya Anda membeli:

  • Mesin cutting sticker: Rp15.000.000
  • Mesin laminasi: Rp10.000.000
  • Mesin eco solvent: Rp50.000.000
  • Biaya lain (sewa, listrik, bahan awal): Rp5.000.000

Total Investasi = Rp80.000.000

Jika dalam 1 bulan Anda bisa menghasilkan omzet Rp30.000.000 dengan laba bersih sekitar Rp10.000.000, maka:

ROI=10.000.00080.000.000×100%=12,5%ROI = \frac{10.000.000}{80.000.000} \times 100\% = 12,5\%

ROI=80.000.00010.000.000×100%=12,5%

Artinya, dalam 8 bulan modal Anda sudah kembali, dan setelah itu bisnis berjalan dengan keuntungan murni.

Produk Digital Printing yang Paling Laris

Untuk mempercepat balik modal (ROI), fokuslah pada produk yang permintaannya tinggi:

  • Banner promosi (event, toko, kampanye).
  • Stiker label UMKM (kemasan makanan & minuman).
  • Sablon kaos custom (DTF & polyflex).
  • Merchandise & souvenir (mug, tumbler, plakat).
  • Neon box & signage (untuk branding bisnis).

Produk-produk ini biasanya repeat order tinggi dan margin keuntungannya cukup besar.

Tips Meningkatkan ROI Bisnis Digital Printing
  1. Pilih mesin digital printing yang tepat → Mesin berkualitas menghasilkan cetakan lebih tajam dan mengurangi risiko gagal produksi. Mungkin kamu bisa mencoba mempertimbangkan Grando Indonesia sebagai investasi mesin digital printingmu.
  2. Manfaatkan promosi digital → Gunakan media sosial dan marketplace untuk memperluas pasar.
  3. Tambahkan layanan finishing → Misalnya laminasi, cutting sticker, atau sablon kaos agar lebih banyak produk ditawarkan.
  4. Kerjasama dengan UMKM dan instansi → Jadi partner tetap untuk kebutuhan cetak.
  5. Hemat biaya operasional → Gunakan bahan baku berkualitas tapi efisien.

Baca Juga Sering Gagal Cutting Hologram? Ini Penyebabnya!

Kesimpulan

Bisnis digital printing masih memiliki potensi besar di tahun 2025. Dengan modal investasi yang tepat, keuntungan yang menjanjikan, dan strategi pemasaran yang baik, ROI bisa kembali dalam hitungan bulan saja.

Kuncinya adalah memilih mesin yang sesuai kebutuhan, memahami produk dengan permintaan tinggi, serta mampu mengelola biaya agar profit maksimal.

Jika Anda ingin mulai, pastikan sudah punya perhitungan ROI sejak awal agar bisnis berjalan lebih terarah dan menguntungkan. Kalau butuh mesin finishing kamu bisa banget buat mempertimbangkan BREZ Indonesia sebagai solusi ningkatin value produkmu!